Sore telah menjelang malam tepat pada pukul 16.00 WIB, lembayung senja saat itu menyelimuti bumi bersama dengan terbenamnya matahari yang kembali tenggelam di ufuk Barat. Memandangi langit-langit biru yang memulai gelap dengan suasana tanpa adanya cahaya. Cahaya yang setiap harinya menyinari bumi nusantara dan sumber kehidupan bagi seluruh alam semesta. Cahaya kehidupan yang setiap harinya datang bersama fajar dan tenggelam bersama senja di sore hari.
Senja yang singgah hanya sekejab, selalu memunculkan semangat tersendiri begiku. Aku menjalankan keseharianku dengan berlarian kecil menyusuri jalan yang tidak sepi dari pengunjung. Tempat dimana beberapa orang menikmati suasana alam sembari berolahraga dan melepas penat. Tak jarang remaja melewatkan suasana senja yang menyejukkan dan membawa kedamaian. Suasana hati memang sulit ditebak, kulangkahkan kaki berlarian kecil mengelilingi ruang lapang membawa ketenangan suasana hatiku.
Arloji ditanganku menunjukkan pukul 5 sore, nafasku yang mulai letih membawa langkahku untuk duduk sejenak melepas lelah sembari memandangi orang-orang berlalu lalang berjalan sehat. Banyak orang singgah disini, aku mendapati pemandangan yang cukup indah ketika kulihat matahari sudah tinggal setengah lingkaran dan beberapa cahaya yang masih tertinggal setengah. Ketika kulihat motor dan mobil sudah menyalakan lampu kota memberi tanda bahwa hari sudah menuju petang.
Saat itu aku langsung bergegas menuju istana dimana aku di lahirkan, aku tak sabar mencicipi hidangan makan malam yang dibuat oleh ibuku dengan sepenuh hati, ketika dalam perjalan banyak kujumpai pedagang kaki lima yang baru berangkat dari rumah untuk mencari nafkah yang mengingatkanku pada kerja keras orangtuaku. Dan sampailah aku dirumah yang langsung disambut hangat oleh ke harmonisan keluargaku.

Komentar
Posting Komentar